Hallo semua! Kali ini saya akan membagikan contoh business plan makanan, yaitu Doyan Gorengan.
1. Ringkasan Eksekutif
Pangan merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup, selain sandang (pakaian) dan papan (rumah). Manusia membutuhkan makanan berat rata-rata tiga kali sehari demi mencukupi kebutuhan energinya untuk beraktivitas, terkadang masyarakat tidak berada di rumah pada saat mereka merasa lapar, dan memilih untuk makan di luar seperti di kedai, di pinggir jalan, warteg atau restoran. Selain makanan berat manusia juga membutuhkan makanan ringan untuk menahan lapar, misalnya ketika mereka berada di saat-saat tidak dalam jam makan. Biasanya yang dipilih untuk menahan lapar tersebut adalah roti, snack, atau cemilan yang bisa dinikmati. Gorengan merupakan makanan ringan yang banyak digemari masyarakat. Dengan berbagai macam bentuk, jenis, rasa, juga harga yang murah menjadikan gorengan menjadi alternatif tepat untuk menemani waktu santai. Usaha ini menawarkan sajian dan cita rasa lain dari kudapan gorengan yang sudah umum di temukan. Salah satu fokus usaha ini adalah menjadikan gorengan tidak lagi hanya sebagai makanan pinggir jalan yang jauh dari kesan modern, tetapi juga mempunyai standar tersendiri untuk bersaing dengan makanan-makanan modern lainnya. Usaha ini menghadirkan varian menu terbaru dengan target pemasaran yang luas sehingga siswa sekolah, anak-anak, remaja bahkan orang dewasa bisa mencoba. Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu membranding produk atau memperkenalkan produk yang diproduksi sebagai salah satu gorengan dengan cita rasa yang unik, baik online maupun offline, dengan secara aktif promosi Doyan Gorengan. Dengan strategi ini, diharapkan bisa menimbulkan rasa penasaran bagi para konsumen.
2. Deskripsi Bisnis
-Profil
Nama bisnis : Doyan Gorengan
Jenis usaha : Kuliner
Alamat : Jalan Darma Putra 2, No.34
Pemilik : Atika Syifa
Sementara ini, variasi menu yang ditawarkan yaitu tahu isi goreng, tempe goreng, bakwan goreng, pisang goreng, ubi goreng, dan singkong goreng. Lalu, bisa ditambah juga dengan saus khusus yang terdiri dari dua pilihan, sambal terasi, sambal rujak. Dengan berbagai macam rasa tersebut maka saya memberikan pilihan kepada masyarakat sesuai dengan seleranya. Keunggulan usaha ini antara lain terbuat dari bahan baku yang berkualitas dan higienis, aman tanpa bahan pengawet, dan yang pasti halal.
-Visi, Misi, dan Tujuan
Visi : Mendahulukan kepuasan konsumen dengan menghadirkan produk yang memiliki kualitas terbaik di kelasnya.
Misi : Memberikan harga jual makanan dan minuman yang murah tanpa mengorbankan kualitas karena menyesuaikan kondisi perekonomian masyarakat.
Tujuan :
a. Menarik minat konsumen untuk merasakan masakan yang sudah cukup terkenal dan melestarikan jajanan gorengan berserta sambal khas Indonesia
b. Menambah pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan kegiatan usaha.
-Sasaran Konsumen
Pasar yang di bidik adalah seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan mulai dari masyarakat kelas menengah ke bawah, hingga masyarakat menengah ke atas.
3. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran sebagai permulaan bisnis ini dengan memperkenalkan merek, mengundang konsumen, meningkatkan pembelian dengan berbagai promosi. Saya mempromosikan produk kami melalui berbagai media, termasuk elektronik, cetak, iklan radio, dan promosi langsung dari mulut ke mulut. Iklan melalui media elektronik berlangsung melalui pembukaan semacam toko online di berbagai jejaring sosial yang marak di dunia maya saat ini, serta melalui blog dan jejaring sosial facebook dan twitter. Saya terus berinovasi baik dalam hal cita rasa, variasi menu, dan pelayanan agar dapat membetikan kepuasan terhadap konsumen, juga dengan tetap mempertahankan originalitas bahan baku agar produk tetap mempunyai standar yang berkualitas. Kemudian, saya menyediakan produk dengan harga terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas dan mutu yang tinggi. Namun, untuk pengembangan selanjutnya, dengan inovasi baru kami juga akan menetapkan harga sesuai dengan produk tersebut.
4. Analisis Persaingan
Terdapat banyak pesaing dalam hal bisnis penjualan gorengan ini diantaranya adalah banyak jenis lain yang dijual. Tetapi, saya yakin dengan inovasi dan mutu yang terbaik, harga yang terjangkau, fasilitas lengkap, juga kebersihan yang terjamin, saya dapat merebut hati para calon konsumen untuk memilih produk saya.
5. Rencana Desain dan Pengembangan
- Rencana desain yang akan saya gunakan sebagai logo produk adalah
- Pengembangan produk dari usaha yang akan saya jalani ini adalah dengan menambahkan jenis, rasa, bahkan sambal yang tidak ada di penjual lain yang memberikan nilai lebih di mata para konsumen. Sehingga pengembangan produk semakin baik juga mempunyai tingkat ciri khas produk yang semakin dikenal.
6. Rencana Operasi dan Manajemen
- Rencana Operasi
a. Mencari tempat yang strategis, dan mengusahakan menjual yang belum ada penjual gorengan di sana, juga memastikan di lingkungan tersebut dihuni para penyuka gorengan.
b. Membuat variasi produk gorengan sehingga tidak monoton dengan menambah jenis gorengan baru, atau menggunakan banyak varian rasa yang bisa dipilih calon konsumen.
c. Membuat usaha saya unik dan beda dari penjual gorengan lainnya, dari kemasa, gerobak, dan nama yang memorable.
d. Selalu memberikan kualitas yang terbaik untuk menepis isu bahwa mengkonsumsi gorengan tidak sehat dengan menggunakan minyak yang baru, bahan baku yang selalu fresh sehingga calon konsumen percaya gorengan saya higienis.
- Rencana Manajemen
Membutuhkan waktu sekitar 2 minggu hingga 1 bulan untuk mempersiapkan dan mampu untuk beroperasi, 1 bulan adalah waktu paling lama yang dibutuhkan untuk persiapan sebelum siap beroperasi.
7. Analisa Rencana Keuangan
a. Bahan Baku
– Tepung terigu (3kg) Rp. 36.000
– Telur ayam (500gr) Rp. 16.000
– Pisang raja (1 sisir) Rp. 25.000
– Tahu (30 bh) Rp. 22.500
– Tempe ( 3 papan ) Rp. 30.000
– Ubi ( 3 kg ) Rp. 20.000
– Singkong ( 3 kg ) Rp. 20.000
– Daging ayam ( 1 kg ) Rp. 50.000
– Wortel Rp. 15.000
– Toge Rp. 10.000
– Daun Bawang Rp. 10.000
– Kol Rp. 15.000
_____________________________+
Jumlah = Rp. 269.500
b. Bahan penolong
– Cabai Rp. 15.000
– Bumbu dapur Rp. 5.000
_____________________________+
Jumlah = Rp. 20.000
c. Peralatan
– Gas 3kg + Isi Rp. 100.000
– Kompor Gas Rp. 125.000
– Wajan Rp. 75.000
– Peniris Rp. 15.000
– Pencapit Rp. 15.000
– Pembalik Rp. 25.000
– Piring Rp. 50.000
– Tissue (3 plastik) Rp. 30.000
– Minyak Goreng 4 liter Rp. 80.000
– Plastik Kresek Rp. 15.000
______________________________+
Jumlah Rp. 530.000,-
e. Jumlah total
– Biaya bahan baku = Rp. 269.500 + Rp. 20.000 = 289.500
– Biaya peralatan = Rp. 530.000
__________________________________+
Jumlah = Rp. 819.500
f. Rencana pendapatan
Adapun gambaran pendapatan yang akan saya terima adalah sebagai berikut,
Untuk target penjualan gorengan adalah 100pcs/hari
Penjualan :
– Tahu isi goreng = 2000/pcs
– Tempe goreng = 1000/pcs
– Bakwan goreng = 1500/pcs
– Ubi goreng = 2000/pcs
– Singkong goreng = 2000/pcs
– Pisang goreng = 1500/pcs
_______________________________________+
Jumlah @100 = Rp. 1.000.000
8. Kesimpulan
Dalam menjalankan bisnis ini lebih diutamakan pengalaman, dan menampung hobi serta kebiasaan. Perjalanan bisnis ini akan dijadikan sebagi bahan pembelajaran untuk membangun ekonomi keluarga dan masyarakat setelah saya lulus kuliah nanti. Adapun segi keuntungan yang diperoleh, penghasilan bersih cukup memuaskan dan bisa dijalankan sebagai prospek bisnis yang menguntungkan. Pada intinya, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba semaksimal mungkin. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang memiliki kata dasar busy yang berarti sibuk, dengan artian sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Bisnis dibangun dengan tujuan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.
Komentar
Posting Komentar